Perihal Website

Website usmanarrumy.com ini dibuat dengan tujuan antara lain untuk sebuah ikhtiar kerja dokumentasi, sebagian bersifat urakan, sebagian lain mungkin eksperimental. Saya tak punya alasan akademik dalam hubungannya dengan pembuatan website ini selain hanya karena ada banyak cukup sesuatu— dan semoga saja ada faedahnya, untuk dipublikasi. Sebab pada mulanya website ini dirancang untuk salah satunya sebagai pengarsipan karya-karya saya, termasuk memberikan informasi yang cukup bagi tulisan termutakhir saya, baik yang sudah termuat di media cetak, atau sekadar katalog selebaran saya.

Untuk itu, halaman ini menjadi alternatifnya. Semoga saja dengan ikhtiar tersebut situs ini dapat membuka akses yang lebih luas bagi karya saya.

Untuk beberapa hal, situs ini bisa jadi jalan untuk mewujudkan imajinasi saya tentang sebuah dimensi di mana saya dapat hadir. Tentu saja, tidak semua bisa saya ekspresikan di sini, namun melalui sini setidaknya saya bisa menyapa, berkabar juga berbagi dalam ruang yang di dalamnya ada semacam ceruk interaksi.

Dari sisi domain, situs web ini berusia cukup panjang, namun dari sisi tampilan ia sangat baru; situs ini peralihan wujud dari blogspot, metamorfosis dari sana. Dan tampilan ini benar-benar saya bayangkan sejak lama. Imajinasi tentang tampilan website ini sudah cukup lama mendekam di kepala saya. Saya terilhami dari banyak formasi template website-website untuk menyusun bagian-bagian tampilan menjadi satuan konsep utuh sebuah website, dari bagian paling remeh sampai konfigurasi terumit— semua itu adalah akumulasi ide setelah intens mengamati website-website yang kebanyakan secara tak sengaja saya kunjungi.

Saya patut bersyukur untuk itu. Sejak tahun 2011 saya mengelola situs usmanarrumy.com dengan tampilan ala kadarnya, juga memakai blogger di mana template-nya gratisan. Baru tahun ini, 2016, saya berani membeli imajinasi saya via wordpers demi sebuah tampilan luar yang prestisius, bahwa saya nekat menyisihkan uang kopi+rokok+buku demi membangun karakter situs yang melambangkan jati diri saya. Kepentingan itulah yang membuat saya berani menebusnya. Heuheuheuheu

Dan lagi-lagi, saya musti bersyukur karena dengan tampilan ini, semoga saja daya kreatif saya untuk berkarya akan menemukan nasibnya secara lebih baik.

Situs web ini, pada akhirnya adalah intensitas saya di dunia yang masyhur dikenal sebagai Maya ini. Maka jika saat ini Sampean sedang singgah di sini, selamat berselancar, dan terimakasih untuk telah bersedia berkunjung di selasar maya saya. Semoga ada manfaatnya, tentu saja.

Kutut

Saya mengenal Muhammad Hanif Ilyas— selanjutnya sebut saja namanya Kutut (mulut saya soalnya lebih nyaman memanggil Kutut ketimbang nama aslinya)— justru dari pembicaraan orang-orang yang meletakkan pengakuan di marwah tertinggi atas integritasnya dalam bidang Desain Grafis. Di kalangan Masisir, ia sudah masyhur di kancah Corel Draw, hampir semua jenis pamflet untuk acara Masisir ia eksekusi dengan menekankan unsur sublimitas perwajahan.

Sangat aneh sebenarnya perkenalanku dengannya. Saya bertemu pertama kali dengannya ya pas hendak memulai penggarapan desain ini, sebelumnya sama sekali tak pernah. Karena ia dikaruniai jiwa woles, atau barangkali juga karena ia dari Jogja, maka begitu bertemu sudah seperti berteman tujuh tahun, langsung nyambung. Plek. Tanpa bla bla bla.

Bermula dari situ, saya kemudian menghubunginya untuk suatu niatan dalam pembuatan artistik website. Artistik Website sebenarnya istilah yang Kutut buat, ketika sedang menggarap laman ”Perihal”, ia menemukan istilah itu untuk menunjukkan sebuah terma web. Keputusannya dalam hal memberi istilah artistik web itu barangkali setelah melalui berbagai penelusuran psikis.

Saya mengajak Kutut untuk sebuah kerja yang melibatkan kemampuan membentuk wujud artistik dalam sebuah desain. Saya tahu ia cukup punya pengalaman dalam hal desain grafis— meski lagi-lagi, cuma lewat kabar yang masuk dalam peredaran saya, namun untuk sebuah desain website, ia belum sama sekali bahkan untuk sekadar menyentuh permukaannya. Untuk itu saya menyusun sebuah konsep ilustrasi web dalam rangka agar Kutut mudah menangkap sesuatu yang bakal saya sampaikan terkait unsur-unsur yang menjadi bagian dari rancangan website ini. Saya mengumpulkan banyak link website, banyak mengadakan screen shoot untuk membidik konstruksi website, hanya untuk contoh yang nantinya menjadi sebuah sampel, tentu saja demi capaian estetik sebuah bangunan perwajahan situs ini.

Saya akhirnya percaya dengan reliabilitas Kutut manakala ia begitu tangkas menangkap imajinasi saya, sebagian besar ide perwajahan website ini memang dari saya, namun tanpa eksekutor bernama Kutut, saya tentu tak dapat mematerialkan imajinasi saya. Kadang-kadang memang saya membiarkan imajinasi Kutut bekerja sesuai gerak nalurinya agar kalau-kalau ia punya sesuatu untuk menambah tampilan lebih impresif, satu-dua Kutut nyekel ndas begitu saya diam, namun lekas-lekas pula ia bilang… O, ngene wae… Thes!

Seingat saya cuma satu saja harapanku yang gagal Kutut loloskan, yaitu sebuah tulisan menjorok ke dalam. Lainnya amblas digarapnya sesuai apa yang saya bayangkan. Untung saja, rumah Kutut hanya sepelemparan kerikil saja dari rumahku, untung saja, seperti yang sudah saya sebut di atas— bahwa Kutut termasuk orang-orang urakan, sehingga kadang-kadang di saat menggarap, jika kebetulan rokok saya habis, rokoknya-lah yang saya lolosi satu per-satu. Heuheuheuheu

Akhirnya, saya tak hendak membicarakan persoalan teknisnya dari A sampai Z tentang proses penggarapan ini via Corel Draw, selain saya tak menguasainya, juga nampaknya tak begitu menarik untuk dikisahkan. Rumit soalnya.

Dalam hal terakhir, patut saya layangkan terimakasih kepada Kutut, sebab tanpanya, website ini barangkali akan masih dalam bentuk imajinasi yang menghantui pikiran saya.

Salam.

Kang Rofingi

Sejujurnya, website ini terbentuk dari penantian yang begitu panjang, penantian yang bagi saya menguras emosi saya.

Jika ada satu orang yang paling berjasa setelah adanya Kutut— dalam konteks terbangunnya website ini, yaitu adalah Kang Rofingi. Dialah yang menerapkan garapannya Kutut. Kutut membuat simulasi-simulasi website via Corel Draw, kemudian Kang Rofingi-lah yang bekerja di sektor dalaman website.

Pada awalnya, sudah tiga tahun penantianku akan hadirnya desain website yang terbentuk dari konstruksi yang saya bayangkan sendiri. Saya meminta bantuan Mbah Doyok untuk itu. Namun karena satu dan lain hal, ia selalu tak punya waktu untuk proyek ini. Hingga ia akhirnya menyuruh temannya Kang Rofingi untuk turun tangan. Bermula dari situ perkenalanku dengan Kang Rofingi.

Perkenalannya sangat jauh dari sikap melankolia, saya langsung paham bahwa Mbah Doyok mengenalkan teman yang profesional. Cukup perlu waktu beberapa menit untuk bisa langsung nyambung dengannya. Saking profesionalnya, sampai-sampai saya selalu tak punya kesempatan untuk bertanya tentang kepribadiannya. Semua berjalan begitu kompeten dan profesional.

Beberapa desain di luar garapannya Kutut ia terapkan sesuai situasi dan porsinya. Saya tak begitu kesulitan untuk menerangkan harapan saya. Belakangan saya baru tahu bahwa Kang Rofingi berafiliasi mendirikan situs kerja yang berhubungan dengan Website dan lain-lain dengan Mbah Doyok dengan alamat purworejostudio.com. Situs web saya ini pada akhirnya akan memasukkan situs tersebut dalam kaitannya dengan pembanguan web saya ini, sebab mau tidak mau, Kang Rofingi berdiri di bawah payung situs tersebut.

Akhir kalam, Kang Rofingi, melalui Mbah Doyok telah ikut membantu mewujudkan imajinasi saya akan rancangan web yang sudah sekian lama berseliweran di kepala saya.

Salam.